Kebakaran di Cijaku dan Malingping Hanguskan Uang Jutaan Serta Dokumen Penting

Anggota DPRD Lebak Agus Ider Alamsyah saat mengunjungi warga korban kebakaran, Juhri (90) di Kaampung Cikarae, Desa Sukasenang, Kecamatan Cijaku.

Barometer Banten – Tidak hanya rumah yang ludes terbakar hingga rata dengan tanah. Dokumen kependudukan berupa KTP dan Kartu Keluarga, uang jutaan rupiah milik yang dikumpulkannya para korban juga turut ludes terbakar.

Seperti dialami Juhri (90) warga Kampung Cikarae, Desa Sukasenang, RT008/002, Kecamatan Cijaku, pada Minggu (14/5/2023), serta Adang dan Mansur warga Kampung Senanghati Malingping, Kamis (17/5/2023).

Bacaan Lainnya

Peristiwa kebakaran diduga akibat konsleting listrik menghanguskan uang sebesar Rp 8 juta milik Juhri (90) warga Desa Sukasenang. Hal serupa juga dialami Adang warga Desa Senanghati Malingping, uang sebesar Rp 5 juta miliknya hangus terbakar bersama isi rumah lainnya.

Musibah kebakaran rumah milik warga miskin yang terbuat dari kayu dan bilik bambu ditempat berbeda dalam seminggu belakangan ini, mengundang simpati warga dan sejumlah pihak untuk membantu.

Anggota DPRD Lebak dari PDIP, Agus Ider Alamsyah daerah pemilihan (Dapil) 5, Kecamatan Cijaku, Cigemblong, Malingping dan Wanasalam mengatakan, selaku wakil rakyat di DPRD Lebak dirinya akan berupaya maksimal membantu warga yang terkena musibah.

“Untuk meringankan beban para korban musibah kebakaran bisa kita lakukan bersama-sama. Berat sama dipikul ringan sama dijinjing, artinya dengan bersama-sama pekerjaan yang berat sekalipun akan terasa ringan,” kata Agus, Minggu (20/5/2023).

Agus mengungkapkan, wakil rakyat di daerah pemilihan (Dapil) 5 tidak hanya dirinya. Karenanya ia mengajak wakil rakyat di DPRD Lebak dari partai lain untuk hadir ditengah-tengah masyarakat yang sekarang ini membutuhkan bantuan karena rumah mereka kebakaran.

Ia juga mengapresiasi warga setempat dan para relawan yang begitu ikhlas rela berpanas-panasan di jalan melakukan penggalangan dana untuk meringankan beban para korban musibah kebakaran. Menurut Agus, apa yang dilakukan warga dan para relawan yang peduli sosial adalah bukti kepedulian yang nyata dan budaya gotong royong masih ada.

“Ia saya sudah komunikasikan dengan kepala dinas terkait di Pemkab Lebak, sebab musibah yang dialami warga adalah tanggungjawab kita bersama,” pungkasnya. (Her)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *