Kursi dan Meja Lapuk, Siswa SDN di Lebak Belajar di Lantai

Murid SDN 2 Parungsari tampak belajar di lantai

Barometer Banten – Dua kelas di SDN 2 Parungsari, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, terpaksa menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar di lantai, sejak tahun 2020. Kondisi ini disebabkan kursi dan meja belajar di dua kelas sekolah itu, sudah tidak layak digunakan karena lapuk dimakan usia.

Sampai saat ini, pihak sekolah sendiri belum mampu menyediakan fasilitas belajar tersebut. Sehingga saat dimulai kembali pembelajaran tatap muka tahun 2021, kelas 2 dan kelas 3 di sekolah tersebut belajar tanpa kursi dan meja belajar.

Bacaan Lainnya

Kondisi ini membuat para siswa di kelas 2 dan 3 merasa tidak nyaman. Terlebih selama proses mengajar, mereka harus duduk di lantai sejak pagi hingga siang hari. Selain tak nyaman, konsentrasi siswa juga terganggu.

“Kekurangan meja dan kursi itu sudah terjadi sejak ruang kelas semua selesai dibangun rampung pada tahu 2020. Saya juga sudah mengusulkan kepada bidang Sapras SD Kabupaten Lebak, tapi alasannya sedang defisit anggaran. Tapi insya Allah nanti pada tahun 2022 akan dikondisikan bagi sekolah yang kekurangan mebeler. Cuma sekarang tidak bisa dianggarkan karena situasi lagi pandemi,” tutur Kepala SD 2 parungsari Pendi kepada wartawan, belum lama ini.

Dia berharap, pemerintah Kabupaten Lebak menjadikan kondisi ini sebagai persoalan prioritas, agar keberlangsungan kegiatan belajar mengajar di sekolahnya itu bisa dilaksanakan secara optimal.

“Harap kami kedepannya agar anak-anak ini dalam kegiatan belajar mengajar nyaman, tentu harus segera dilengkapi pasilitas, agar selaras dengan bangunan, kalau situasi seperti ini bangunan bagus tapi mebeler kurang, tidak efektif belajarnya,” ujar Pendi. (Febry)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.