Penunjukan E-Warong Parungpanjang Diduga Dimainkan Oknum

  • Whatsapp
Ilustrasi e-warong

Barometer Banten – Penunjukan agen warung elekronik gotong royong (e-warong) di Desa Parung Panjang, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, diduga dimainkan oknum.

Ini menyusul adanya warung diduga dadakan milik Alamsyah di Kampung Bunut Girang, Desa tersebut ditunjuk sebagai agen e-warong penyalur Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Bacaan Lainnya

Beberapa warga merupakan Keluarga Penerima Manfaat Bantuan Pangan Non Tunai (KPM-BPNT), menuturkan, penujukan agen e-warong Alamsyah oleh pihak berkompeten diduga dimainkan oknum. Terlebih sebelumnya keluarga dari pemohon agen e-warong Alamsyah sebelumnya sesumbar akan main uang untuk meloloskan permohonan Alamsyah menjadi agen e-warong.

Kondisi ini membuat sejumlah KPM resah karena mereka khawatir berdampak pada Bantuan yang akan mereka terima.

“Yang kami tahu Alamsyah itu tadinya usaha foto copy. Hanya dalam beberapa bulan terakhir sejak mengajukan permohonan sebagai agen BPNT melengkapi jualan sembako dengan small kecil,” ujar salah seorang warga yang mewanti-wanti agar namanya tidak disebutkan.

Kepala Desa Parung Panjang, Agus, mengatakan, penujukan agen e-warong Alamsyah membuat sejumlah KPM BPNT memprotes dirinya. Mereka menganggap penunjukannya oleh pihak Desa.

Baca Juga: Sesuai Spek, Pembangunan Drainase Jalan Nasional Bayah-Cibareno Diapresiasi

“Beberapa KPM datang ke kami melakukan komplain. Alasannya karena mereka (KPM-red) tidak sepakat atas penunjukan e warung milik warga baru,” katanya.

Agus mengaku, sudah menindaklanjuti keinginan sejumlah KPM kepada Dinas Sosial (Dinsos) Lebak.

“Intinya kata Pak Kepala Dinsos Lebak agen e-warong harus sesuai dengan Pedoman Umum (Pedum) nya dan tidak boleh warung dadakan,” ujarnya.

Terpisah Kepala Dinsos Lebak, Eka Darmana Putra, mengatakan, bahwa sesuai Pedum penyalur program sembako harus betul-betul warung sembako yang sehari-harinya menjual sembako.

“Siapa pemiliknya, perangkat Desa bukan?. Laporkan saja ke Bank Penyalur (BRI) supaya dicabut mesin EDC nya. Program sembako harus betul-betul warung sembako yang sehari-harinya berjualan sembako bukan bengkel atau toko foto copy,” katanya.

Sementara itu, Rahman, pihak Bank BRI yang melakukan survei, belum berhasil dikonfirmasi. Dihubungi melalui sambungan WhatsApp nya tidak merespon. (HD)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *