WH Podcast Ungkap Prospek Bisnis Ternak yang Menjanjikan di Banten

  • Whatsapp

Barometer Banten – WH Podcast mengungkap peluang bisnis ternak yang cukup menjanjikan di Banten. Siaran Podcast yang dipandu langsung oleh Gubernur Banten Wahidin Halim ini, menghadirkan narasumber seorang pengusaha milenial Nur Agis Aulia, yang ditayangkan secara live di akun Facebook Wahidin Halim, Selasa (16/11/2021).

Dalam kesempatan itu, Nur Agis Aulia yang merupakan lulusan terbaik UGM ini memaparkan, bahwa usahanya itu berfokus pada ternak domba. Sebab sampai saat ini, kebutuhannya masih sangat tinggi, namun Banten baru bisa menghasilkan 30 persen untuk menutupi kebutuhan konsumen. Dan 70 persen masih di suplai dari luar Banten.

Bacaan Lainnya

“Jika ingin usaha sukses di Banten, bisa dicoba mengikuti bisnis ini. Kita siap memberikan bimbingan bagi yang berminat menjalankan usaha ini,” kata Agis.

Dia mengakui, modal awal hanya patungan bersama beberapa rekannya dan terkumpul sekitar belasan juta. Namun saat ini putaran uang usaha per tahun sudah mencapai Rp5 miliar. Bisnis itu dia pilih, lantaran saat itu Agis melihat potensi usaha yang besar di Banten adalah pada bidang peternakan dan pertanian.

Benar saja, setelah dijalaninya sejak tahun 2013 hingga saat ini, usahanya semakin maju dan terus berkembang.

Agis yang saat ini dijuluki Juragan Kambing itu mengatakan, perputaran uang pada usaha kambingnya saat ini sudah mencapai Rp5 miliar per tahun.

Agis juga mengajak kepada masyarakat Banten, terutama warga di wilayah Lebak Selatan, Kabupaten Lebak agar mencoba bisnis kambing dan domba ini.

Lantaran, kata Agis, peluang pasar kambing dan domba ini cukup besar di Banten. Kebutuhannya ada sekitar 200 ribu ekor per tahun. Namun sayang, kata dia, 70 persen kebutuhan itu masih disuplai dari luar, seperti Jawa Tengah, Lampung dan Jawa Barat.

“Kambing ada pasar yang sudah pasti, yaitu akikah dan qurban. Kebutuhan Banten untuk akikah dan qurban per tahun 60 ribu ekor. Kalau keseluruhan dengan resto dan lainnya bisa mencapai 200 ribu ekor,” kata Agis.

Jawara Farm, nama perusahan ternak milik Agis, dalam setahun sudah bisa menjual sebanyak 10 ribu ekor kambing.

“Penjualan tahun 2020 sampai 10 ribu ekor setahun,” ucapnya.

Usaha kambingnya ini menjadi besar, lanjut Agis, karena digenjot dengan program titip domba bagi hasil.

“Kemudian buka program titip domba bagi hasil. Sampai sekarang masih berjalan, sekarang ada 600 ekoran yang dititip ke kita. Jadi siapa saja bisa nitip kambing di kita, nanti bagi hasil,” terangnya.

Agis juga menambahkan, risiko kerugian dalam berbisnis kambing ini sangat kecil, yaitu hanya akibat kematian.

“Sedangkan tingkat kematian itu hanya 5 persen. Kalau dari 100 ekor hanya 5 ekor. Dan itupun bisa kita deteksi, sebelum mati bisa kita sembelih, jadi masih bisa dijual,” kata Agis yang saat ini menjabat anggota DPRD Kota Serang Fraksi PKS itu.

Agis menambahkan, lokasi usaha kambingnya, Jawara Farm ada di Waringin Kurung, Kota Serang, Banten. Pada awal berdiri tahun 2013, usahanya bernama Waringin Farm, kemudian di tahun 2017 berganti nama menjadi Jawara Farm. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *