Astaga… Pasien Covid-19 Diperkosa Oknum Sopir Ambulance

  • Whatsapp
Source: sonora.id

Barometer Banten – Seorang pasien Covid-19 perempuan berusia 20 tahun diperkosa oknum sopir ambulance saat hendak dibawa ke rumah sakit. Kasus ini terjadi di Negara India, belum lama ini.

Awal mula terungkapnya kisah memilukan ini setelah korban melaporkannya kepada Polisi setempat. Mendapatkan laporan dari korban, polisi langsung menangkap tersangka. Sebagaimana dilansir  timesofindia.com yang dikutip liputan6.com, saat ini polisi telah menangkap tersangka bernama Noufal V (25) dari Kayamkulam, di bawah KUHP India untuk pemerkosaan.

Bacaan Lainnya

Kepala polisi distrik Pathanamthitta, K.G. Simon mengatakan, wanita itu dibawa dari kediaman pamannya di Vadakkedathukavu. “Dia dijemput dari rumah sekitar jam 10 malam untuk diantar ke CFLTC Adoor, dari sana Noufal menjemputnya bersama seorang wanita tua. Terdakwa mulai melakukan aksinya di tempat terpencil dekat Aranmula setelah mengantarkan wanita tua tersebut ke CFLTC Kozhencherry,” paparnya.

CFLTC adalah singkatan dari Covid First Line Treatment Centers, sebuah rumah sakit khusus rujukan pasien COVID-19 di India.

Korban melaporkan masalah tersebut kepada staf di Pandalam CFLTC segera setelah ia tiba di sana. Pengawas polisi pun mengungkapkan bahwa ternyata terdakwa sebelumnya pernah menerima dakwaan atas percobaan pembunuhan dalam kasus penyerangan di Alappuzha sebelumnya.

Petugas medis distrik Pathanamthitta, A.L. Sheeja menerangkan, perawat pemerintah diizinkan menemani pasien di ambulans hanya jika kondisinya serius karena layanan tersebut dikelola oleh perusahaan swasta.

“Sesuai peraturan, seharusnya teknisi medis darurat ikut pergi dengan ambulans, tetapi dalam kasus ini hanya pengemudi yang ada. Kami tidak tahu kenapa teknisi medis tidak ikut,” ujarnya.

Korban pemerkosaan tersebut merupakan satu dari 148 orang yang positif mengidap virus di distrik itu. Ibu dan saudara perempuannya sudah dinyatakan positif tiga hari lalu sehingga ia harus pindah ke kediaman. Namun ternyata ada keterlambatan dalam uji tes korban saat tim medis pertama kali pergi ke kediamannya di Pandalam sehingga ambulans baru dikirim pada malam hari untuk menjemputnya.

Menanggapi insiden itu sebagai sangat menyakitkan, menteri kesehatan K.K. Shailaja mengatakan akan melakukan tindakan tegas terhadap terdakwa. Dia juga menjelaskan alasan perusahaan swasta tersebut mempekerjakan Noufal karena pengalaman masa lalunya dengan 108 layanan ambulans di Alappuzha selama setahun. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *